Bagai tersambar petir seluruh jiwa dan perasaan Dinda saat dia membaca surat yang ditulis oleh Yusuf, yang dikiranya sebagai surat cinta, ternyata adalah surat yang sangat menyakitkan hatinya. Yusuf ternyata tidak mencintainya. Lamarannya terhadapnya itu adalah rencana dari orang tuanya dan orang tua Yusuf.
Dia terpaksa harus menjalani kehidupan barunya bersama orang yang tidak mencintainya. Suaminya itu malah mencncintai perempuan lain bernama Alifa. Setelah beberapa bulan menikah, dia mendapat kabar bahwa Alifa akan menikah. Dinda tahu betapa hancur hati suaminya itu.
Selang beberapa lama, Dinda mendapat kabar bahwa suami Alifa meninggal akibat kecelakaan kereta api setelah seminggu menikah. Alifa masih belum bisa menerima kenyataan itu dan akhirnya dia jatuh sakit. Kata dokter harus ada yang mau menikahinya untuk menggantikan suaminya yang meninggal.
Mendengar hal itu, Dinda menyuruh Yusuf untuk menikahi Alifa, agar Alifa dapat mengembalikan lagi semangat hidupnya.
Apakah Yusuf mau menerima tawaran dari Dinda? Dan apakah Dinda dapat menemukan cintanya yang hilang bersama Yusuf? Temukan jawabannya dalam novel mini yang sekarang ada di hadapan anda ini.
Selamat membaca!

keren mbak alur cerita novel mininya… thnks..!! ^_^
hmmmm….
cerita.aa menyentuuh sekalii
kalo menurut pengetahuan saya yaah mba dalam keadaan terpaksa atau tidak, menikah lagi dalam masa mengandung itu tidak boleh …
karena ada ayat yang pernah saya dengar
“dan janganlah kamu menikahi wanita yang mengandung anak laki-laki dari laki-laki lain”
karena anak itu bukan pertanggung jawaban kamu melainkan pertanggung jawaban suami kamu
sekiranya begitu yang saya tau, kalo ada yang slah mhon di maafkan
^_^
wassalam
ceritanya sangat menyentuh, mudah2an bisa diambil hikmahnya buat para pembaca (utamanya yg akhowat =P).
afwan mb, di dalam ceritanya Alifa akhirnya menikah lagi, apakah pada saat masih dalam kondisi hamil? setau saya, masa iddah wanita hamil adalah sampai melahirkan, cmiiw.. syukron
Subhanallah..!!!
Akhirnya ada yang bertanya tentang hal ini ke saya. Jujur sampai saat ini saya ndak kepikiran sampai kesitu. Untuk perihal yang mba tanyakan, memang iya betul seperti itu. Tapi kalau menurut hemat saya, dalam kisah ini, “Alifa” menikah dengan ikhwan bernama Randi diakibatkan karena hal itu terpaksa dilakukan demi kelangsungan hidup Alifa dan bayi nya. Wallahu’alam juga sih apa benar atau tidak pendapat saya itu. Tapi Insya Allah pertanyaan mba akan menjadi sebuah pembelajaran berharga untuk saya. Syukron ukhti atas masukannya….. ^_^
wah boleh juga neeh untuk di baca
silahkan…silahkan… dengan senang hati dan jangan lupa komentar serta pendapatnya ya??