Blog, adalah tempat berbagi cerita pada semua orang….
SENYUM adalah sebuah kegiatan sederhana yang dapat mencairkan suasana dan merubah dunia yang gelap menjadi penuh warna !!!!
Blog, adalah tempat berbagi cerita pada semua orang….
SENYUM adalah sebuah kegiatan sederhana yang dapat mencairkan suasana dan merubah dunia yang gelap menjadi penuh warna !!!!
Ditulis dalam Novel Mini | 4 Komentar »

note : BLOGGER CONTEST “IF YOU WERE MINE” a novel by Clara Cancerian
Ditulis dalam Kata Hati, Puisi | 2 Komentar »
Apabila diizinkan….
Aku ingin sehari saja pergi
Menyendiri dalam sepi
Meresapi belaian angin di musim dingin
Atau melangkah pelan di atas awan
Aku ingin sendiri….
Aku ingin menenangkan hati di saat sunyi
Agar tak ada gundah lagi yang menyelimuti diri
Ingin sejenak pergi dari rutinitas
Karena aku butuh semua itu…..
Aku ingin bercerita tentang citaku
Tentang mimpiku yang tersimpan rapi
Dalam laci batinku
Tentang harapku yang mengangkasa raya
Dan tenta rasa yang membahana dalam jiwa
Aku ingin semua itu…
Tapi……
Tak kutemui saat yang sempat
Tak kutemui tempat yang tepat
Aku ingin berbagi rasa dan cerita
Tapi tak ada ia yang kurasa tepat sebagai pendengar
Aku sedih…
Aku resah…
Aku gundah…
Aku hanya bisa bercerita dengan hatiku sendiri
Aku ingin kau dengar
Aku ingin kau beri saran
Aku ingin kau beri pendapat
Aku ingin itu, hanya itu…
Sekali lagi kukatakan, aku sedih
Aku sangat sedih…
Kapankah sekiranya ceritaku dapat didengar?
Masihkah kau mau mendengar ceritaku?
Aku menunggu…
Selalu menunggu…
Dan akan tetap menunggu…
17:09, Sabtu 10/09/2011
nz
Ditulis dalam Kata Hati, Puisi | 1 Komentar »
Rintik hujan sore ini,
Kembali mengingatkan aku padamu
Pada senyummu…
Pada sapamu…
Pada candamu…
Ingatkah kau dengan hujan pagi itu?
Saat aku dan kau bertemu pada satu masa
Dimana mata kita saling beradu pandang
Dengan segala rasa yang kita miliki
Kini hujan kembali menderas
Seiring dengan rintiknya…
Hatikupun ikut menderas…
Sejak saat itu,
Kau tak hadir lagi dalam hidupku
Aku kehilangan senyummu…
Kehilangan sapamu…
Kehilangan candamu…
Hujan boleh saja mereda dalam senja-Nya
Tapi rinduku takkan pernah berhenti
Pada dirimu yang selalu kunanti
Puisi ini diikutsertakan pada Kuis “Poetry Hujan” yang diselenggarakan oleh Bang Aswi dan Puteri Amirillis
Ditulis dalam Puisi | 3 Komentar »
Ditaman ini, senja kali ini begitu lain kurasa
Bukan karena mentarinya yang tak lagi bersinar cerah
Bukan juga karena bunganya yang tak lagi merekah
Tapi karena tak kutemui lagi dirimu disana
Jangankan sosokmu,
Bahkan bayangmupun sudah tak pernah lagi kujumpai
Disetiap bilangan hari yang kulalui
Ditaman ini, aku tak pernah lelah menunggumu
Menunggu sapamu…
Menunggu senyummu…
Menunggu hadirmu…
Meski pagi berganti senja
Dan siangpun berganti dengan malam
Namun rasaku padamu tak pernah berubah
Rasa rindu yang teramat dalam
Pada kelembutan hati dan jiwamu
Dibangku taman ini aku masih menanti
Sambil duduk manis dan mengenakan gaun terindah
Dengan membawa semangkuk penuh harapan
Agar kau berkenan datang menghampiriku
Hari berganti hari
Namun kau tak juga datang menghampiri
Hujan dan badai datang silih berganti
Namun kau sudah tak pernah lagi kujumpai
Bangku taman itu kini sudah dipenuhi daun-daun kering
Daun-daun yang jatuh berguguran dari tangkai pohonnya
Menandakan, entah sudah berapa lama aku menantimu disini
Pohon itu boleh saja menggugurkan daun-daunnya
Tapi tidak dengan hatiku…..
Hati, yang akan selalu menumbuhkan rasa cinta padamu
Aku masih terpaku di taman ini,
Taman yang dulu selalu penuh dengan candamu
Taman tempat kita bersenda gurau
Taman itu kini sepi…
Tak ada lagi dirimu…
Tak ada lagi sapamu…
Tak ada lagi bayangmu…
Hanya ada aku dan hatiku…
Yang menantimu dalam kerinduan
Ditulis dalam Kata Hati, Puisi | Tinggalkan sebuah Komentar »
Sore ini, ditemani temaram lembayung senja
Kau kembali mendekapku dalam alunan melodi mesra
Suaramu yang selalu terdengar merdu di telingaku
Membuatku jadi tak ingin beranjak dari sisimu
Ah, betapa indahnya masa-masa ini
Dimana kau dan aku masih tengah berdiri
Menikmati belaian angin sore ini
Dilangit masih terbentang pelangi yang indah
Kita sepakat menjadikannya pelangi tanda kasih kita
Esok hari, jika kau dan aku kembali menyaksikannya
Maka pada saat itulah kasih kita kan selamanya bersemi
Ditulis dalam Kata Hati | 1 Komentar »
by. Evie Tamala
Seribu purnama hati membeku
Mengayunkan langkah tanpa cintamu
Malampun terasa makin membisu
Dalam menantikan kau yang kurindu
Cinta tersimpan dalam anganku
Walaupun bayangan menghias waktu
Dan tiada pernah aku tahu
Entah sampai kapan sepi merayu
Keringlah sudah air mata tapi derita tak juga sirna
Masih adakah waktu tersisa untuk labuhkan sebuah cinta
Masih adakah waktu tersisa tuk menerima dambaan sukma
Masih adakah waktu tersisa tuk menerima dambaan jiwa
Ditulis dalam Kata Hati | Tinggalkan sebuah Komentar »
“Someone once told me that life is like a journey that we all shall live each day like a gift”
It’s a long long journey
Till I know where I’m supposed to be
It’s a long long journey
And I don’t know if can believe
When shadows fall and block my eyes
I am lost and know that I must hide
It’s a long long journey
Till I find my way home to you
Many days I’ve spent
Drifting on through empty shores
Wondering what’s my purpose
Wondering how to make me strong
I know I will falter, I know I will cry
I know you’ll be standing by my side
It’s a long long journey
And I need to be close to you
Sometimes it feels no one understands
I don’t even know why I do the things I do
When pride builds me up till I can’t see my soul
Will you break down this walls and pull me through
Cause It’s a long long journey
Till I feel that I’m worth the price
You paid for me on calvary
beneath those stormy skies
When satan mocks and friends turn to foes
It feels like everything is out to make me lose control
Cause It’s a long long journey
Till I find my way home to you oh… to you
“I’m sure, someday I’ll find you definitely”
Ditulis dalam Kata Hati | Tinggalkan sebuah Komentar »
by. Film GIE
Akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yang biasa
Pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
Apakah kau masih selembut dahulu
Memintaku minum susu dan tidur yang lelap
Sambil membenarkan letak leher kemejaku
Kabut tipispun turun pelan-pelan di lembah kasih
Lembah Mandala Wangi
Kau dan aku tegak berdiri melihat hutan-hutan yang menjadi suram
Meresapi belaian angin yang menjadi dingin
Apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
Ketika kudekap, kau dekaplah lebih mesra lebih dekat
Apakah kau masih akan berkata kudengar degap jantungmu
Kita begitu berbeda dalam semua
Kecuali dalam cinta
“Cahaya bulan menusukku dengan ribuan pertanyaan
yang takkan pernah kutahu dimana jawaban itu
bagai letusan berapi bangunkanku dari mimpi
sudah waktunya berdiri mencari jawaban kegelisahan hati”
Ditulis dalam Puisi | Tinggalkan sebuah Komentar »